Tehnik Pembenihan Padi Serta Dasar Budidaya

padi

Teknik Pembenihan Padi Dan Basic Budidaya

I. Kesibukan Pra Panen

Kesibukan pra panen terlebih untuk penangkaran benih, yakni :
Penggunaan benih sumber : diambil dari kelas benih yang lebih tinggi dari benih yang akan diproduksi. Tetapkan areal sawah yang sama seperti : subur, irigasi terjamin, bebas dari kekeringan dan banjir, serta mudah dijangkau (ada fasilitas transportasi) Ditangani oleh group tani yang sudah kuasai teknik produksi padi Diawali pembuatan pesemaian : bebas dari kesempatan tercampur dari varietas lain yang ada di sekelilingnya Sawah diolah sempurnah, umumnya dibajak 2 kali dan digaru serta diperlukan waktu jeda agar singgang padi tumbuh dapat dimusnahkan. Tanah diratakan sampai susunan betul-betul berlumpur. Pengelolaan kebenaran varietas ditangani agar tidak berjalan percampuran, isolasi jarak dengan pertanaman padi di sekitarnya dengan jarak ± 3 mtr. atau isolasi waktu (selisih waktu mekarnya malai selama 3 minggu) agar varietas yang ditanam hanya menyerbuk sendiri Menggunakan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada Padi Sawah, dengan komponen : penggunaan varietas padi unggul baru yang disenangi petani setempat, menggunakan benih berkwalitas dan menanam bibit umur muda (15 hari setelah hambur), menanam 1-3 batang per rumpun tanaman, menggunakan langkah tanam jajar legowo, pemupukan N dengan menggunakan BWD dan pemupukan P dan K berdasarkan pada analisis tanah, penggunaan pupuk organik, dan ingindalian hama penyakit lewat cara terpadu.

II. Kesibukan Panen dan Pasca Panen

a. Meyakinkan Waktu Panen
Waktu panen yang cocok ditandai dari kondisi pertanaman 90-95 % bulir sudah masuk fase masak fisiologis (kuning jerami) dan bulir padi pada pangkal malai sudah mengeras. Untuk pertanaman padi tanam geser, vigor optimal dicapai pada umur 30-42 hari setelah bunga rata untuk pertanaman padi musim hujan (MH), dan 28-36 hari setelah berbunga rata untuk pertanaman musim kemarau (MK).

b. Pemanenan
System panen harus penuhi standard baku sertifikasi : dengan diawali mengeluarkan rumpun yg tak harusnya dipanen, menggunakan sabit bergerigi untuk kurangi kehilangan hasil, perontokan biji selekasnya ditangani setelah panen dengan dibanting atau mungkin saja dengan tresher, jauhi pemumpukan terutama apabila sampai berjalan fermentasi/panas tinggi karena akan mematikan lembaga, lakukan pembersihan pendahuluan, dan ukur kandungan air gabah, berikanlah label dengan jati diri sekurang-kurangnya asal blok, nama varietas, berat, kelas calon benih, dan tanggal panen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s